Selamat Datang di Blog Lanka Asmar

HAKIM PADA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA

Selasa, 08 November 2011

Apa yang Harus Dilakukan Jika Memiliki Dua Akta Kelahiran?

Hukum Pidana

Pertanyaan :
Saya lahir di kota (sebut saja X) pada tahun 1982 dan memiliki akta kelahiran yang diterbitkan dari kota yang sama pada tahun 1988. Orang tua kandung sudah bercerai pada saat saya berumur dua tahun, dan setelah itu saya diasuh oleh ibu di mana beliau menikah kembali tahun 1990, sehingga kami semua ikut pindah (ke kota Z) bersama ayah angkat. Untuk keperluan mengikuti ujian nasional di sekolah pada tahun 1994, saya harus melampirkan akta kelahiran di mana akta asli (dari kota X) ternyata hilang dan pada akhirnya diterbitkan akta kelahiran baru (di kota Z) dengan tempat kelahiran (kota Z) dan nama ayah angkat ditulis sebagai “Ayah kandung.” Akta kelahiran baru ini yang saya gunakan sampai saat ini untuk keperluan KTP/KK/Passport/SIM dan ijazah pendidikan. Di awal tahun 2011, ternyata akta kelahiran terbitan (kota X) ditemukan kembali. Ternyata selama ini disimpan oleh keluarga yang sudah meninggal. Serta terdapat perbedaan ejaan nama dengan akta di kota Z. Nama di akta kelahiran (kota X): Abba Raja SYAH (Nama marga ayah kandung). Nama di akta kelahiran (kota Z): Abba Radja (tanpa marga). Dengan dua akta kelahiran yang saya miliki tersebut, akta kelahiran Z bisa disebut cacat hukum, karena nama ayah angkat ditulis sebagai ayah kandung. Sehingga akta ini harus digugurkan. Sedangkan nama saya dan tempat lahir sudah digunakan di semua dokumen sampai sekarang. Yang ingin saya tanyakan; 1) Apakah akta kelahiran Z menjadi sah sesuai hukum karena sudah digunakan di semua dokumen sampai saat ini? 2) Apakah saya perlu mengganti nama dan tempat lahir di semua dokumen, sesuai dengan nama yang tertera di akta kelahiran X? Di sini saya membutuhkan saran apa yang harus dilakukan agar tidak terjadi pelanggaran terhadap hukum yang berlaku? Terima kasih atas jawabannya.

Jawaban :
Kami mengucapkan terima kasih atas pertanyaan Anda. Sebelumnya menjawab pertanyaan Anda, mungkin perlu kami luruskan mengenai beberapa istilah yang Anda gunakan dalam pertanyaan. Dalam pertanyaan Anda menyebutkan ”ayah angkat”, namun menurut analisa kami berdasarkan semua informasi yang Anda sampaikan dalam pertanyaan di atas bahwa ibu anda telah bercerai lalu menikah lagi, oleh karena itu kami berkeyakinan yang anda maksud disini adalah ”ayah tiri”. Oleh karena itu, untuk selanjutnya akan kami gunakan kata ”ayah tiri”.

Namun ada baiknya juga kami bantu perjelas perbedaan antara ”ayah angkat” dan ”ayah tiri” di atas. Hubungan yang memunculkan istilah ”ayah angkat”  adalah karena adanya peristiwa adopsi. Sedangkan istilah ”Ayah Tiri” muncul karena adanya pernikahan dari Ibu biologis si anak dengan suami barunya. Demikian semoga dapat sedikit membantu memperjelas dasar kami mengganti istilah ”ayah angkat” dengan ”ayah tiri” dalam kasus ini.

Sekarang, atas pertanyaan yang Anda sampaikan, maka ada beberapa hal yang ingin kami sampaikan untuk menjawab permasalahan administrasi akta kelahiran Anda.

Pertama, kami akan menjawab mengenai keresahan Anda ataupun ayah tiri Anda agar tidak terkena pelanggaran hukum. Namun sebelumnya kami perlu menjelaskan, bahwa di saat Akta X tersebut hilang, seharusnya Anda membuat surat keterangan kehilangan di kantor polisi. Sebab dengan surat keterangan kehilangan tersebut, Anda bisa mengajukan permintaan atas akta yang sama. Sama halnya seperti kita kehilangan Kartu Tanda Penduduk (”KTP”). Itu merupakan contoh dasar yang biasa masyarakat banyak lakukan. Di saat mereka kehilangan KTP, mereka biasanya akan membuat surat keterangan kehilangan tersebut, guna memproses pembuatan KTP yang baru.

Dari penjelasan Anda, kami berasumsi bahwa ayah tiri Anda tidak pernah membuat surat keterangan kehilangan tersebut sebelumnya, dikarenakan telah timbul/muncul Akta Z yang baru dengan penulisan identitas yang berbeda dari yang seharusnya. Mengenai hal tersebut, perlu kami sampaikan bahwa apabila benar hal-hal tersebut di atas  terjadi , maka bisa dikatakan ayah tiri Anda telah melakukan tindak pidana memasukkan identitas palsu pada akta otentik. Sebagaimana diancam dalam Pasal 266 KUHP yang berbunyi;

”Barangsiapa menyuruh memasukan keterangan palsu ke dalam suatu akta otentik mengenai sesuatu hal yang kebenarannya harus dinyatakan oleh akta itu, dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai akta itu, seolah-olah keterangannya sesuai dengan kebenaran, diancam,jika pemakaian itu menimbulkan kerugian, dengan Pidana penjara paling lama Tujuh Tahun...”

Perlu Anda perhatikan dalam penerapan Pasal 266 KUHP yang mungkin saja dijeratkan kepada ayah tiri Anda atau siapapun yang memasukkan keterangan palsu tersebut, namun harus diperhatikan lebih lanjut tentang unsur-unsur yang ada di dalamnya.

Untuk bisa dijerat Pasal 263 KUHP, harus ada unsur ”Kerugian”. Menjadi pertanyaan kembali bagi Anda saat ini, sebagai pemilik akta tersebut, ”Apakah anda merasa dirugikan?” sebab jika Anda tidak merasa dirugikan, maka ayah tiri Anda tidak dapat dijerat dengan Pasal 266 KUHP ini. Sehingga dapat kita asumsikan bahwa yang terjadi dengan akta kelahiran Anda adalah kesalahan pada administrasi saja.

Kami mengerti memang kejadian yang Anda alami ini sering sekali terjadi di masyarakat, mengingat betapa sulit dan ruwetnya pengurusan suatu surat otentik yang hilang apalagi sudah di kota yang berbeda. Sehingga pada akhirnya ayah tiri Anda mengambil jalan pintas dengan membuatkan Akta Z yang baru dengan identitas yang baru pula. Tentunya Anda tidak akan tega melihat niat baik ayah Anda membuatkan Akta Z tersebut malah membawanya terjerat masalah pidana, terkait Pasal 266 KUHP tersebut.

Kedua, saat ini Anda telah menemukan Akta X yang merupakan akta yang berisi identitas Anda yang sebenarnya. Maka kami sarankan kepada Anda agar tidak menimbulkan permasalahan ”identitas ganda”,  sebaiknya Anda mencabut akta Z yang bukan identitas Anda sebenarnya. Kemudian ada baiknya Anda menyesuaikan semua dokumen yang ada (KTP/KK/Passport/SIM dan ijazah pendidikan) tertera nama Anda, dengan nama Anda yang sesuai dengan identitas pada Akta X.

Yang harus Anda lakukan apabila Anda ingin mengubah total semua data-data yang sudah ada tersebut atau ingin meluruskan identitas Anda sebagaimana mestinya, Anda dapat lakukan itu dengan mengurus segala sesuatunya ke kantor Dinas Pencatatan Sipil di dua kota tersebut.

Untuk teknis tentang bagaimana prosesnya, pihak yang berwenang untuk menjelaskannya adalah Kantor Dinas Pencatatan Sipil karena setiap daerah memiliki aturan dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda) ataupun Peraturan Gubernur (Pergub) masing-masing. Sayangnya kami tidak bisa membantu lebih jauh karena nama kota tempat Anda dilahirkan dan kota tempat anda dibuatkan Akta telah disamarkan.

Semoga tanggapan kami ini dapat berguna untuk kepentingan Anda. Terima kasih . 

Dasar hukum:
Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (Wetboek van Strafrecht, Staatsblad 1915 No 73)

Ditulis Oleh : Lanka Asmar ~ Deskripsi Blog Anda

Artikel Apa yang Harus Dilakukan Jika Memiliki Dua Akta Kelahiran? ini diposting oleh Lanka Asmar pada hari Selasa, 08 November 2011. Terimakasih atas kunjungan Anda serta kesediaan Anda membaca artikel ini. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar.

:: Get this widget ! ::

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar