Selamat Datang di Blog Lanka Asmar

HAKIM PADA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA

Selasa, 18 Oktober 2011

Zakat, Infak dan Shadaqah Menurut Kewenangan Pengadilan Agama

1. Zakat

Secara harfiah zakat mempunyai arti yaitu al barakatu (keberkahan) al nama (pertumbuhan) ath thaharatu (kesucian) dan ash shalahu (keberesan). Sedangkan pengertian zakat menurut Buku II edisi revisi 2010 adalah harta yang wajib disisihkan oleh seorang muslim atau badan yang dimiliki oleh orang muslim sesuai dengan ketentuan agama untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya. Zakat adalah ibadah maaliyah ijtima'iyah (ibadah di bidang harta yang memiliki kedudukan yang sangat penting dalam membangung masyarakat0
Menurut UU Nomor 38 Tahun 1999 tentang pengelolaan zakat, zakat adalah harta yang wajib disisihkan oleh seorang muslim sesuai dengan ketentuan agama untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya. Muzakki adalah seorang atau badan yang dimiliki oleh orang muslim yang berkewajiban menunaikan zakat, sedangkan mustahik adalah orang atau badan yang berhak menerima zakat.
Adapun di dalam al Qur'an dijelaskan tentang zakat yaitu :
1. Surat At Taubah ayat 34
2. Surat At Taubah ayat 60
3.Surat At Taubah ayat 103
Berdasarkan UU Nomor 38 tahun 1999 Bab IV pasal 9 (1) zakat terdiri dari zakat mal dan zakat fitrah. Pasal 9 ayat 2 harta yang wajib dizakati adalah :
a. Emas, perak dan uang
b. Perdagangan dan perusahaan
c. Hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan
d. Hasil pertambangan
e. Hasil peternakan
f. Hasil pendapatan jasa
g. Rikaz

A. Zakat Mal

Zakat mal menurut penjelasan pasal 11 ayat 1 UU Nomor 38 tahun 1999 adalah bagian harta yang disisihkan oleh seorang muslim atau badan yang dimiliki oleh seorang muslim sesuai dengan ketentuan agama untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya. Persyaratan harta menjadi obyek zakat mal adalah :
1. Harta yang didapatkan dengan cara yang halal dan baik
2. Harta tersebut berkembang atau berpotensi untuk dikembangkan
3. Milik penuh, harta tersebut di bawah kontrol pemiliknya
4. Harta mencapai nisab

B. Zakat Fitrah

Zakat fitrah menurut penjelasan pasal 11 ayat 1 UU Nomor 38 Tahun 1999 adalah sejumlah bahan makanan pokok yang dikeluarkan pada bulan ramadhan oleh setiap orang muslim bagi dirinya dan bagi orang yang ditanggungnya yang memiliki kelebihan makanan untuk sehari pada hari raya idul fitri. Menurut sejarah zakat fitrah dimulai pada bulan Ramadhan tahun ke 2 Hijriah.
Ukuran Zakat Fitrah adalah 2 sha' gandum, syair, kurma, anggur, beras, jagung yang dianggap makanan pokok. 1 sha nilainya sama dengan 4 mud. Zakat fitrah diwajibkan pada akhir bulan ramadhan. Yang berhak menerima zakat fitrah adalah asnaf yang delapan. Namun kaum fakir miskin lebih berhak didahulukan daripada penerima lain.
Undang-undang Nomor 38 tahun 1999 tentang pengelolaan zakat pada Bab III pasal 6 dan pasal 7 menyatakan bahwa lembaga zakat di Indonesia terdiri dari 2 macam yaitu Badan Amil Zakat (BAZ) yang didirikan oleh pemerintah dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang dibentuk oleh masyarakat. Pengurus BAZ terdiri dari masyarakat dan pemerintah yang memenuhi unsur tertentu. BAZ memberikan laporan tahunan pelaksanaan tugasnya kepada DPR dan DPRD.
Zakat gaji/profesi dijelaskan dalam Fatwa MUI Nomor 3 Tahun 2003 tentang zakat penghasilan. Dalam fatwa tersebut dijelaskan nishab zakat gaji adalah 85 gram dengan haul 1 tahun dengan kadarnya 2,5 persen, waktu pengeluaran zakat adalah saat menerima jika sudah cukup nishab, jika tidak mencapai nishab maka smeua penghasilan dikumpulkan selama satu tahun kemudian zakat dikeluarkan jika penghasilan bersihnya sudah cukup nishab. Mustahik asnaf delapan adalah fakir, miskin, amil, muallaf, riqab, gharim, shabilillah dan ibnu sabil.

C. Infak dan Shadaqah

Infak menurut penjelasan pasal 13 UU Nomor 38 Tahun 1999 adalah harta yang dikeluarkan oleh seseorang atau badan di luar zakat untuk kemaslahatan umum. Shadaqah yang menjadi kewenangan Pengadilan Agama adalah shadaqah maaliyah sesuai pasal 49 ayat 1 huruf c UU Nomor 7 tahun 1989 jo UU Nomor 3 Tahun 2006 jo UU Nomor 50 tahun 2009.

D. Sengketa Zakat, Infak dan Shadaqah terjadi antara lain :

Menurut Buku II Edisi Revisi 2010 Mahkamah Agung RI sengketa ZIS terjadi :
- Orang berzakat, berinfak dan bershadaqah dengan BAZ
- Pejabat yang berwenang mengawasi ZIS dengan BAZ
- Mustahik dengan BAZ
- Pihak-pihak yang berkepentingan dengan BAZ dalam hal diketahui adanya penyalahgunaan harta zakat, infak dan shadaqah oleh BAZ

Konflik ZIS yang menjadi obyek perkara di Pengadilan Agama yaitu :
- BAZ menyalahgunakan benda ZIS untuk kepentingan pribadi dengan cara korupsi, manipulasi dll
- Penyaluran ZIS tidak merata dan adil, karena ada unsur nepotisme dan pihak tertentu karena kolusi
- Panitia atau pengurus yayasan menyalahgunakan dana shadaqah untuk kepentingan pribadi

Menurut Hakim Agung Prof. DR Abdul Manan, SH. SIP apabila ada aspek pidana dalam perkara ZIS maka menjadi kewenangan Pengadilan Umum, sedangkan aspek perdatanya menjadi kewengan Pengadilan Agama sesuai penjelasan pasal 10 ayat 1 UU Nomor 14 Tahun 1970, sengketa shadaqah adalah institusi keperdataan khusus yang hanya terdapat dalam sistem hukum Islam. Tempat mengajukan gugatan ZIS diatur dalam pasal 142 RBg yaitu 1. Gugatan diajukan di wilayah hukum Tergugat 2. Jika wilayah tempat tinggal para Tergugat lebih dari satu, maka gugatan diajukan di wilayah salah satu tempat tinggal para Tergugat 3. Bila mengenai barang tetap, diajukan kepada Ketua PA wilayah letak barang tetap tersebut, jika barang tersebut berada di beberapa wilayah PA maka gugatan diajukan kepada salah satu PA atas pilihan Penggugat.
Yang dapat menjadi Penggugat dalam perkara ZIS adalah :
1. Delapan Asnaf
2. Orang yang bersedekah atau ahli warisnya
3. Pejabat yang berwenang mengawasi pelaksanaan ZIS menurut peraturan perundang-undangan
4. Pihak yang berkepentingan yang mengetahui adanya penyalahgunaan sedekah.

(Telah disampaikan pada diskusi IKAHI di Balige)

Ditulis Oleh : Lanka Asmar ~ Deskripsi Blog Anda

Artikel Zakat, Infak dan Shadaqah Menurut Kewenangan Pengadilan Agama ini diposting oleh Lanka Asmar pada hari Selasa, 18 Oktober 2011. Terimakasih atas kunjungan Anda serta kesediaan Anda membaca artikel ini. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar.

:: Get this widget ! ::

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar